Tampilkan postingan dengan label perilaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perilaku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2008

Anggota DPR lagi2 bikin heboh.





Jum'at 12 Desember 2008, pagi hari saya menerima e-mail yang isinya photo pernikahan sepasang pria-wanita dan judulnya adalah pernikahan diam2 Ketua Komisi V DPR RI.
Siang harinya photo2 itu sudah beredar di beberapa portal berita, milis dan blog sahabat2. Nama pengantin pria dan wanita disebut dengan jelas, pengantin pria adalah : Akhmad Muqowam sedangkan pengantin wanitanya adalah : Rilune Naudur Paulina Hutauruk.
Penasaran, cari2 data tentang siapa Akhmad Moqowam, ternyata ketemu :
Drs. Akhmad Muqowam,
lahir di Salatiga 1 Desember 1960, tercatat sebagai anggota DPR RI No. 041. Menjadi anggota Fraksi FPPP, Partai PPP dari daerah pemilihan Jawa Tengah 1 dan sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi V (bidang perhubungan & telekomunikasi) DPR RI. Ybs ber-alamat di Reksosari Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dan ditulis mempunyai seorang istri bernama : Titik Rahmawati dan pasangan ini dikarunia dua orang anak.

Berita ini menjadi heboh karena di Rilune Naudur Paulina Hutauruk bernyanyi, konon pernikahan nya dengan Akhmad Moqowam syah, tetapi akhirnya dia merasa dibohongi dan di cuekin, maka akhirnya diapun ngoceh dan jadilah heboh ke mana2.
Kalau menurut agama Islam, seorang pria boleh punya istri sampai empat, jika dia bisa berlaku adil dan menurut UU Perkawinan, pernikahan kedua dst, seorang suami harus mempunyai izin dari istri pertama. Apakah Akhmad Moqowam sudah mengantongi izin dari istri pertamanya (Titik Rahmawati) ketika dia menikahi Paulina Hutauruk ?
Akad nikah ini dilakukan di Hotel Kartika Plaza Bali 20 Juli 2008 yl, berarti beberapa bulan yang lewat dan baru heboh sekarang ini. Seharusnya seorang anggota dewan, wakil rakyat menjadi suri teladan bagi rakyatnya, apalagi dia dipilih dan menjadi orang2 pilihan. Kenapa bisa dan sering terjadi kehebohan semacam ini ? Perilaku yang tidak sesuai dengan etika dan mencoreng dirinya sendiri. Makin banyak anggota dewan yang aneh2, kalau sudah begini apakah masih bisa dipercaya mereka2 itu ?

Selasa, 04 November 2008

SMA 26 Jakarta, antara futsal dan homoseksual.

Yang namanya FUTSAL saat ini banyak dibicarakan orang dan termasuk olahraga yang banyak peminatnya. Nge-top nya Futsal bisa dilihat dengan banyaknya gedung2 futsal di kota2 besar.
Futsal masuk sekolah dan menjadi kegiatan eskul ini termasuk nge-trend, salah satu SMA di Jakarta Selatan : SMA Negeri 26 punya eskul futsal, beberapa hari yl eskul di sekolah favorit ini heboh dan menjadi topik berita karena ada siswa yang ikut eskul futsal di telanjangi dan konon juga di cabuli.




Berita heboh yang tentu juga mencoreng nama baik sekolah tiba2 mencuat dan diberitakan di detik.com, siswa yang mau ikut kegiatan eskul disuruh telanjang dan dicabuli; (maaf) kemaluannya di pegang2 oleh sang pelatih yang bernama Joe. Sang pelatih bukan guru dan juga bukan karyawan di SMA 26, ia hanya ditunjuk untuk melatih futsal murid2 disana. Tak dinyana tak diduga ternyata sang pelatih ber perilaku homo seksual, nama SMA 26 Jakarta tercoreng, orangtua siswa pun mau tidak mau turut khawatir. Untung saja kasus ini mencuat kepermukaan, nah seandainya tidak ? Bisa jadi sang pelatih keterusan dan makin se enaknya udel nya saja melakukan pencabulan terhadap murid2 yang ikut berlatih futsal. Perilaku homo seksual sekarang ini sedang marak2 nya, Allah SWT telah menciptakan manusia berpasang pasangan antara pria dan wanita, tetapi ternyata ada juga manusia yang keluar garis dan berbuat yang aneh2. Perilaku yang abnormal dan kalau dibiarkan bisa menjadi "penyakit" dan menular ke mana2. Untuk siswa SMA yang masih remaja dan masih penuh gejolak "muda" yang tadinya ber perilaku normal, bisa2 tergelincir menjadi berperilaku yang aneh2 karena terayu oleh ajakan manusia2 homo seksual.
Sekarang si-Joe sedang di periksa oleh petugas POLRES Jakarta Selatan, semoga makin jelas permasalahan nya dan kenapa hal ini bisa terjadi ?
Yang terbaik sebagai orangtua kita harus selalu terbuka pada anak2, selalu bicara tanpa harus meng guru-i, kita juga harus mendengar apa yang mereka dapatkan di pergaulan dan disekolah.
Guru dan Kepala Sekolah juga harus selalu memonitor semua kegiatan supaya perilaku yang aneh2 seperti ini tidak terjadi di lingkungan sekolah, memonitor perilaku "aneh" bukan sebatas homo seksual saja tetapi juga terhadap kedekatan murid wanita dengan wanita yang lebih dikenal dengan lesbian.


SMA Negeri 26 Jakarta Selatan, terletak di jalan Tebet Barat IV Jakarta Selatan dan salah satu sekolah favorit di Jakarta, setelah anak lulus SMP, para orangtua banyak yang ingin memasukan anak nya bersekolah disini.

Kamis, 30 Oktober 2008

Mutilasi, tega dan sadis.

kata ini banyak dibicarakan di masyarakat, beberapa waktu yang lalu kata mutilasi menjadi populer karena ulah Ryan yang membunuh kenalannya dan memutilasi korbannya.

Sang jagal Ryan belum di sidang, tiba2 ada berita ditemukannya potongan2 daging manusia di Bis Mayasari Bhakti jurusan Kalideres-Pulogadung Jakarta, sudah barang tentu pelakunya bukan Ryan sebab dia kan sudah meringkuk ruang tahanan Polda Metro Jaya. Heboh dan polisi pun sempat bingung mencari identitas korban, tanda satu2 nya adalah tato yang disalah satu potongan daging itu. Kerja polisi sekarang ini patut di acungi jempol, karena akhirnya identitas korban diketahui dan pelakunya: SM pun ditangkap. Sang pelaku (SM) seorang wanita yang juga istri korban. Katanya; alasan membunuh, karena sang suami akan menikah lagi, memang konon kabarnya sang suami memang tukang kawin. Membunuh pasangan hidup itu sudah termasuk raja (ratu) tega, terus di mutilasi, ini menurut saya sudah keterlaluan atau sebut saja: sadis !

Yang saya baca dari detik.com,

SM membawa potongan tubuh suaminya dengan tas kresek dan ada yang dititipkan di Kalideres, ditinggal di biskota dan kepala korban (dalam kantong plastik) ditinggal di taxi yang di naikinya.

Terbayang ............... gimana terkejutnya sang sopir taxi ketika menemukan kepala itu ? Yang menjadi pertanyaan, seandainya pengakuan SM pada polisi benar, kenapa sang sopir taxi tidak langsung lapor polisi ketika menemukan potongan kepala ?
Sekarang polisi sedang berusaha menemukan bagian2 tubuh lain dan kepala sang korban.
SM seorang wanita setengah baya, apapun alasannya dia telah tega membunuh sang suami dan memutilasinya. Bisa jadi ide me-mutilasi muncul karena dia melihat berita Ryan di televisi atau koran, tetapi diluar itu semua, saya menyimpulkan bahwa SM adalah ratu tega dan sadis.